PENYAKIT DBD

Pengertian dbd
Demam berdarah dengue atau biasa disingkat DBD adalah penyakit menular akibat virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegphty Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue. Demam berdarah dulu sempat disebut penyakit “break-bone”. Hal ini lantaran gejalanya yang kadang menyebabkan nyeri sendi dan otot yang membuat tulang terasa retak. Demam berdarah taraf awal menyebabkan demam tinggi, ruam atau bintik merah, serta nyeri otot dan sendi. Sementara demam berdarah yang parah, juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever (demam dengue), dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah tiba-tiba (shock), dan kematian.
v Gejala DBD
Ø Penyakit DBD ini bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Gejala demam berdarah pada anak maupun orang dewasa sejatinya mudah dikenali. Secara umum gejala DBD bisa dikenali baik secara fisik maupun bukan, diantaranya:
a. Suhu tubuh penderita DBD sangat tinggi bisa mencapai 41 derajat celcius
b. Nafsu makan kurang bahkan hilang selera
c. Badan terasa lelah, lesu dan capek terus menerus
d. Mual hingga muntah
e. Wajah berwarna kemerahan
f. Tenggorokan sakit
g. Kepala pusing
h. Kelenjar getah bening bengkak
v tingkat parah penyakit demam berdarah yang diderita, terbagi menjadi beberapa kriteria antara lain:
· Stadium Pertama: Terjadi infeksi virus dengan derajat pendarahan yang tampak hanya melalui indikator positif pada saat uji tourniquet yaitu alat untuk mengerutkan dan menekan guna mengontrol aliran darah.
· Stadium Lanjutan: Ditandai dengan pendarahan tiba-tiba seperti bintik merah dan mimisan. Selanjutnya bisa memasuki DBD tingkat ke-2, di mana penderita mengalami syok (menarik diri) yang ditandai dengan kondisi suhu badan dingin di bagian tangan dan kaki, lalu nadi cepat tapi lemah, kesadaran menurun dengan tekanan nadi yang masih terukur.
· Stadium Akut: Dalam istilah kedokteran, ini disebut sebagai DSS (Dengue Shock Syndrome), yang disertai tanda seperti kesadaran menurun bahkan koma. Selanjutnya ditandai dengan nadi sangat llemah bahkan nyaris tidak teraba, hingga tekanan nadi tidak bisa diukur.
v Pengobatan Demam Berdarah
· Banyak minum cairan agar terhindar dari dehidrasi
· Cukup istirahat
· Konsumsi obat penurun panas yang relatif aman dan dianjurkan dokter
· Menghindari konsumsi obat-obatan pereda nyeri. Hal ini dikarenakan obat-obatan tersebut dapat menimbulkan komplikasi perdarahan.
· Pantau frekuensi buang air kecil dan jumlah urine yang keluar.
v
Pencegahan Demam
Berdarah
· Anak usia 9-16 tahun seharusnya divaksinasi dengue, sebanyak 3 kali dengan jarak 6 bulan
· Memberantas sarang nyamuk yang dilakukan dalam dua kali pengasapan insektisida atau fogging dengan jarak 1 minggu
· Menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi, minimal setiap minggu
· Menutup rapat tempat penampungan air
· Melakukan daur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypty
· Mengatur cahaya yang cukup di dalam rumah
· Memasang kawat anti nyamuk di ventilasi rumah
TERIMAKASIH😊
Tq info
BalasHapusTerimakasih kak😊
HapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusMantap kak
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusBermanfaat sekali terima kasih
BalasHapusmantap kak
BalasHapusSangat bermanfaat. Terimakasih.
BalasHapusBermanfaat sekali kak
BalasHapusMakasi kak infonya sangat bermanfaat
BalasHapusBermanfaat sekali
BalasHapus