PENYAKIT ANEMIA
![]() |
v Penyakit anemia adalah penyakit yang disebabkan kurangnya sel darah merah di dalam badan. Oleh kerana sel darah merah berfungsi untuk membawa gas oksigen dan karbon dioksida di dalam badan, kekurangannya akan menyebabkan beberapa simptom seperti letih, pucat, jantung berdebar dan beberapa tanda yang lain pada pesakit yang mengalaminya. Kandungan sel darah merah dalam badan diukur dengan melihat kandungan hemoglobin di dalam darah iaitu protein yang dibawa di dalam sel darah merah yang berfungsi untuk mengangkut oksigen.
v Tanda Tanda anemia (Kurang Darah Merah)
· Keletihan yang melampau
· Pucat
· Rasa nak pengsan
v Faktor penyebab anemia
- Kekurangan vitamin. Kekurangan zat besi, vitamin B12 dan asam folat meningkatkan resiko anemia.
- Gangguan usus. Gangguan usus akan mengganggu penyerapan nutrisi, seperti penyakit Crohn dan penyakit Celiac, akibatnya dapat meningkatkan risiko anemia.
- Menstruasi. Wanita yang masih menstruasi risiko anemianya lebih besar daripada laki-laki dan wanita pasca menopause, karena menstruasi menyebabkan hilangnya sel darah merah.
- Kehamilan. Ibu hamil memiliki risiko anemia defisiensi besi karena zat besi harus melayani peningkatan volume darah serta pembentukan hemoglobin janin.
- Penyakit kronis. Penyakit kronis seperti kanker, gagal ginjal atau hati, dll. Biasa berupa anemia defisiensi besi.
- Riwayat keluarga. Memiliki penyakit anemia seperti anemia sel sabit.
- Faktor-faktor lain. Riwayat infeksi tertentu, penyakit darah dan gangguan autoimun (Baca: Penyakit Lupus), alkoholisme, paparan bahan kimia beracun, dan penggunaan beberapa obat dapat mempengaruhi produksi sel darah merah dan menyebabkan anemia.
v Seseorang bisa dikatakan menderita anemia bila kadar hemoglobin berada di bawah angka berikut:
- Anak-anak: 11-13 gram per desiliter.
- Ibu hamil: 11 gram per desiliter.
- Laki-laki: 14-18 gram per desiliter.
- Perempuan: 12-16 gram per desiliter.
v beberapa jenis anemia, seperti anemia pada masa kehamilan dan anemia akibat kekurangan zat besi, dapat dicegah dengan pola makan kaya nutrisi, terutama:
· Makanan kaya zat besi dan asam folat, seperti daging, sereal, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau gelap, roti, dan buah-buahan
· Makanan kaya vitamin B12, seperti susu dan produk turunannya, serta makanan berbahan dasar kacang kedelai, seperti tempe dan tahu.
· Buah-buahan kaya vitamin C, misalnya jeruk, melon, tomat, dan stroberi.
· Kelelahan berat. Anda mungkin akan mudah lelah sehingga tidak dapat menyelesaikan tugas sehari-hari. Anda mungkin terlalu lelah untuk bekerja atau bahkan beraktivitas ringan
· Masalah jantung. Kondisi kekurangan darah ini dapat menyebabkan aritmia, yaitu denyut jantung yang cepat atau tidak teratur. Jantung Anda harus memompa lebih banyak darah untuk memenuhi kekurangan oksigen dalam darah. Kondisi ini bahkan dapat menyebabkan gagal jantung kongestif.
· Kematian. Beberapa kondisi keturunan, seperti anemia sel sabit, bisa menjadi serius dan menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Kehilangan banyak darah dengan cepat dan parah dapat berakibat fatal.
v Tes lain untuk mendiagnosis anemia adalah:
· Tes kadar zat besi, vitamin B12, asam folat, dan vitamin dan mineral lainnya
· Tes jumlah sel darah merah dan kadar haemoglobin
· Tes jumlah retikulosit
v Beberapa pengobatan dasar anemia yang akan dianjurkan dokter, biasanya:
· Transfusi darah
· Kortikosteroid atau obat lain yang menekan sistem kekebalan tubuh
· Erythropoietin, obat yang membantu sumsum tulang Anda membuat lebih banyak sel darah
· Suplemen zat besi, vitamin B12, asam folat, atau vitamin dan mineral lainnya
TERIMAKASIH😊

Bermanfaat sekali
BalasHapusJadi lebih tau, makasih infonya kak
BalasHapusmantap kak
BalasHapusTerimakasih kak. Sangat membantu.
BalasHapusNtapss kak
BalasHapusMakasi kak infonya sangat bermanfaat
BalasHapusWokayyy. Terimakasih.
BalasHapus